Translate

YOUNG MASTER
BERBAGI ILMU UNTUK SEMUA

Rabu, 19 September 2012

makalah prospek perekonomian Indonesia tahun 2012


-->
PROSPEK PEREKONOMIAN INDONESIA 2012



Oleh :
Nur Setiawan (10.05.52.0039)
Ditavrene Yerde V (10.05.52.0071)
Nur Asih (10.05.52.0205)



UNIVERSITAS STIKUBANK SEMARANG2011



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul : “ PROSPEK PEREKONOMIAN INDONESIA 2012 “. Makalah  ini dibuat sebagai pemenuhan tugas.
Kami menyadari walaupun telah terwujudnya makalah ini dengan usaha yang semaksimal mungkin, akan tetapi segala kekurangan dan ketidaksempurnaan selalu masih ada banyak kekurangan. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan baik secara langsung maupun tidak langsung, baik moril maupun materiil, sehingga dapat terselesaikannya makalah kami ini.
Sebagai penutup kami sadar kalau sebagai manusia biasa tak dapat luput dari sebuah kesalahan, kekeliruan dan kekhilafan. Maka dari itu, sudilah kiranya para pembaca member ma’af  yang sebesar-besarnya. Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Semarang, 26 juni 2012


Tim Penyusun










ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN 1
    1. Latar belakang masalah  1
    2. Ruang lingkup masalah 1
    3. Perumusan masalah 1
    4. Tujuan 2
    5. Kegunaan 2
    6. Sistematika penulisan 2
BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN 3
2.1. Evaluasi perekonomian Indonesia tahun 2011 3
2.2. Prospek Ekonomi Indonesia 2012 4
2.3. Resiko & Tantangan Ekonomi di Tahun 2012 6
2.4. Hal – hal yang harus diperhatikan pada tahun 2012 7
BAB III PENUTUP 8
DAFTAR PUSTAKA

















iii

BAB I
PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang Masalah
            Dalam laporan perekonomian Indonesia BI tahun 2011. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,5%, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir, disertai dengan pencapaian inflasi pada level yang rendah sebesar 3,79%. Peningkatan kinerja tersebut disertai dengan perbaikan kualitas pertumbuhan yang tercermin dari tingginya peran investasi dan ekspor sebagai sumber pertumbuhan, penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi antardaerah yang semakin membaik.
                Prospek ekonomi Indonesia tahun 2012 diprakirakan masih tetap kuat, meskipun risiko yang berasal dari pelemahan ekonomi global masih tinggi. Perekonomian nasional pada tahun 2012 diprakirakan tumbuh 6,3% - 6,7% dan infl asi diprakirakan dapat berada di kisaran sasaran 4,5% ± 1%
                Meskipun demikian, risiko pelemahan ekonomi global dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung ke batas bawah kisaran prakiraan apabila tidak ditempuh langkah-langkah stimulus baik dari sisi moneter maupun fiskal.
              Dalam tahun 2012, Bank Indonesia akan mengoptimalkan peran bauran kebijakan moneter untuk menjaga inflasi tetap berada di dalam kisaran sasarannya serta mendorong pertumbuhan ekonomi dalam rangka memitigasi risiko perlambatan ekonomi global

    1. Ruang Lingkup Masalah
Permasalahan dalam penulisan ini dititikberatkan pada prospek perekonomian Indonesia 2012, risiko dan tantangan ekonomi 2012, serta evaluasi perekonomian Indonesia tahun 2011.

    1. Perumusan Masalah
Dengan memahami dari latar belakang dan ruang lingkup di atas maka perumusan masalah dalam makalah ini antara lain:



1

      1. Bagaimana evaluasi perekonomian Indonesia pada tahun 2011 ?
      2. Bagaimana prospek ekonomi Indonesia 2012?
      3. Risiko dan tantangan yang seperti apa yang akan di hadapi Indonesia ?
      4. Apa saja yang harus di perhatikan di tahun 2012 ?

    1. Tujuan Penulisan
Tujuan dilakukannya penulisan ini adalah untuk :
      1. Mengetahui evaluasi perekonomian Indonesia tahun 2011.
      2. Mengetahui prospek ekonomi Indonesia tahun 2012.
      3. Mengetahui risiko serta tantangan yang dihadapi Indonesia.
      4. Mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan di tahun 2012.

    1. Manfaat Penulisan
Hasil penulisan ini diharapkan dapat berguna baik secara toritis maupun secara praktis :
      1. Kegunaan  teoritis dimaksudkan bahwa hasil penulisan kelak dapat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan tentang prospek perekonomian khususnya Negara Indonesia.
      2. Kegunanaan praktis dimaksudkan hasil dari penulisan ini dapat dijadikan bahan masukan kepada pihak terkait dalam pengembangan ilmu pengetahuan tentang prospek perekonomian Indonesia.














2

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1. Evaluasi Perekonomian Indonesia 2011.
            Evaluasi perekonomian Indonesia pada tahun 2011 menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, tercermin pada kinerja pertumbuhan yang bahkan lebih baik dan kestabilan makroekonomi yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,5%, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir, disertai dengan pencapaian inflasi pada level yang rendah sebesar 3,79%. Peningkatan kinerja tersebut disertai dengan perbaikan kualitas pertumbuhan yang tercermin dari tingginya peran investasi dan ekspor sebagai sumber pertumbuhan, penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi antardaerah yang semakin membaik. Di sisi eksternal, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami surplus yang relatif besar dengan cadangan devisa yang meningkat dan nilai tukar rupiah yang mengalami apresiasi. Di sektor keuangan, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga meski sempat terjadi tekanan di pasar keuangan pada semester II tahun 2011 sebagai dampak memburuknya krisis yang terjadi di kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS). Dengan ketahanan ekonomi yang kuat dan risiko utang luar negeri yang rendah, didukung oleh kebijakan makroekonomi yang tetap pruden dan berbagai langkah kebijakan struktural yang terus ditempuh selama ini, Indonesia kembali memperoleh peningkatan peringkat menjadi Investment Grade.
            Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat mampu meminimalkan dampak dari gejolak ekonomi global. Ketidakpastikan yang muncul akibat krisis utang Eropa dan kekhawati ran terhadap prospek pemulihan perekonomian AS telah memicu gejolak di pasar keuangan dan pelemahan pertumbuhan ekonomi global tahun 2011. Dampak dari gejolak global tersebut ke Indonesia lebih banyak dirasakan di pasar keuangan terutama pasar saham dan obligasi, sementara dampak pada sektor riil relati f minimal. Di sektor keuangan, penarikan modal luar negeri oleh sebagian investor pada semester II tahun 2011 memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah, imbal hasil obligasi Pemerintah, dan harga saham.




3

Namun, dengan langkah-langkah stabilisasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah, didukung oleh kuatnya fundamental sektor keuangan dan terjaganya stabilitas makroekonomi, gejolak pasar keuangan dapat dihindari. Di sektor riil, daya tahan perekonomian Indonesia dari sisi eksternal didukung oleh diversifikasi pasar ekspor dengan semakin besarnya perdagangan intra-regional di kawasan Asia dan semakin meningkatnya peran foreign direct investment (FDI). Dari sisi domestik, daya tahan ekonomi juga didukung oleh kuatnya daya beli terkait dengan meningkatnya pendapatan dan struktur demografi yang sebagian besar berada dalam usia produktif.
                Dalam perkembanganya  status perekonomian di negara negara asian pada tahun 2011
Tabel PDB berdasarkan PPP , dikeluarkan oleh IMF pada 2011.[10]
Negara PDB (PPP)
jutadolar inter.
PDB (PPP)
per kapita
dolar inter.
 Indonesia 1.124.649 4.666 (5)
 Thailand 602.074 9.396 (4)
 Malaysia 447.279 15.568 (3)
 Filipina 390.408 4.073 (6)
 Singapura 314.911 59.711 (1)
 Vietnam 299.985 3.359 (7)
 Myanmar 82.679 1.325 (10)
 Kamboja 33.463 2.216 (9)
 Brunei 20,969 49.384 (2)
 Laos 17.433 2.659 (8)
2.2. Prospek Ekonomi Indonesia 2012
           Prospek Ekonomi Indonesia 2012 menurut Komite Ekonomi Nasional (KEN). ketidak pastian ekonomi global masih mengkhawatirkan hingga tahun depan, akan tetapi perekonomian Indonesia masih mampu bertahan terhadap resesi ekonomi global. Komite Ekonomi Nasional (KEN) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 akan tumbuh pada kisaran 6,3% - 6,7%.

4

Dengan pertumbuhan tersebut total output perekonomian Indonesia di tahun 2012 mencapai sekitar 8375 triliun rupiah (batas bawah) atau sekitar 946 milyar dolar (dengan menggunakan asumsi nilai tukar 8850 rupiah/dolar). Prediksi selanjutnya, belanja rumah tangga diperkirakan akan tetap kuat berkisar 4,7% - 5,1 % pada tahun 2012. Hal ini didukung oleh inflasi yang diperkirakan akan terus terkendali dan suku bunga pinjaman yang diperkirakan akan tetap rendah sehingga daya beli masyarakat akan konsumsi barang & jasa akan masih terkendali di tahun 2012. Peningkatan pertumbuhan ekonomi seharusnya sejalan dengan optimalisasi penyerapan anggaran pemerintah untuk kepentingan kemakmuran masyarakat seperti pembangunan infrastruktur. Namun, Komite Ekonomi Nasional memprediksi belanja pemerintah akan mengalami peningkatan berkisar 7,5%- 8,0% yang diharapkan peningkatan expenditure tersebut dimanfaatkan untuk proyek pembangunan infrastruktur yang belum merata di seluruh Indonesia. Selain itu, angka kemiskinan diproyeksikan tahun 2012 akan mengalami penurunan sekitar 11,29% dari total penduduk atau sekitar 28,23 juta jiwa.
        Pada perjalanya perkonomian di tunjukan, Pada Mei 2012 terjadi inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,41. Dari 66 kota IHK, 37 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak 0,93 persen dengan IHK 142,11 dan terendah terjadi di Balikpapan 0,04 persen dengan IHK 139,17. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 1,15 persen dengan IHK 143,41 dan terendah terjadi di Bogor 0,03 persen dengan IHK 130,35. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,18 persen; kelompok kesehatan 0,18 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,07 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan dan kelompok sandang mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,15 persen dan 0,22 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2012 sebesar 1,15 persen dan laju inflasi year on year (Mei 2012 terhadap Mei 2011) sebesar 4,45 persen. Komponen inti pada Mei 2012 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Mei) 2012 sebesar 1,39 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Mei 2012 terhadap Mei 2011) sebesar 4,14 persen.

       
5

Laju inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2012 sebesar 1,15 persen dan dan laju inflasi year on year (Mei 2012 terhadap Mei 2011) sebesar 4,45 persen. Sedangkan laju inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2010 dan 2011 masing-masing 1,44 persen dan 0,51 persen. Sedangkan laju inflasi year on year untuk Mei 2010 terhadap Mei 2009 dan Mei 2011 terhadap Mei 2010 masing- masing sebesar 4,16 persen dan 5,98 persen.
          Komponen inti pada Mei 2012 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 127,00 pada April 2012 menjadi 127,23 pada Mei 2012, dan komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,09 persen, sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi 0,25 persen. Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2012 masing-masing 1,39 persen; 1,34 persen dan 0,47 persen. Sedangkan inflasi year on year (Mei 2012 terhadap Mei 2011) masing-masing 4,14 persen; 2,97 persen dan 7,20 persen.
      Diharapkan dengan sisa periode tahun 2012 berjalan pertumbuhan perekonomian Indonesia akan tambah meningkat dan membaik. selain itu pemerintah harus lebih memperhatikan perekonomian daerah maupun pertumbuhan sektor rill. 

2.3. Resiko & Tantangan Ekonomi di Tahun 2011
Komite Ekonomi Nasional dalam buku Prospek Ekonomi Indonesia 2011 menuturkan ada sejumlah tantangan dan risiko yang perlu diantisipasi Indonesia di tahun depan adalah :
  • Tantangan atas melambatnya aktivitas perekonomian dunia mengakibatkan semakin menunda ekspansi bisnis Indonesia ke kancah internasional
  • Aktivitas investor asing di Indonesia kan sedikit menurun karena perekonomian beberapa negara investor asing juga diperkirakan akan melambat
  • Suku bunga Indonesia yang tetap rendah
  • Ekspor Indonesia diperkirakan akan melambat
  • Infrastrukstur dan interkoneksi (transportasi) yang kurang memadai.




6

Resiko yang berkenaan dengan kondisi politik dan hukum yang terjadi, seperti Resiko perubahan iklim, bencana alam, dan krisis keuangan yang datang secara mendadak.Tantangan  resiko global, seperti pemulihan ekonomi negara maju masih akan lama, sehingga berdampak pada pemulihan ekonomi dan perdagangan dunia.
2.4. Hal – hal yang harus diperhatikan pada tahun 2011
                                                                                                        
    1. Menurut Djayendra, beberapa hal yang perlu diperhatikan di tahun 2011 adalah
1.    Pemerintah harus lebih fokus untuk pemerataan dan pembangunan ekonomi domestic
  1. Industri dalam negeri harus lebih dilindungi dan jangan dibiarkan menjadi korban dari industri negara lain.
  2. Jangan terlalu terlena dengan angka-angka ekonomi makro, tapi perhatikan sifat dari angka-angka ekonomi makro tersebut.
  3. Manfaatkan momentum positif perekonomian Indonesia di tahun 2011 untuk memperkuat fondasi sektor usaha perkebunan, pertanian, perikanan, dan energi.
  4. Manfaatkan potensi kreatifitas masyarakat Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik.
  5. Alam Indonesia yang luar biasa indah ini seharusnya mulai dikelola secara profesional untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
















7

BAB III
PENUTUP
III.1 KESIMPULAN

Pemulihan ekonomi global berdampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia. Dampak positif yang ditimbulkan pemulihan ekonomi global terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia, tidak hanya terjadi pada peningkatangkatan ekpor komoditas pertanian & pertambangan tetapi juga pada ekspor komoditas manufaktur mulai mengalami peningkatan. Perkembangan tersebut mendukung pertumbuhan di sektor industri & sektor perdagangan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan.






















8


DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar